Manajemen Pendidikan Islam

ReadmoreManajemen Pendidikan Islam

Makalah Amtsalul Qur'an

MAKALAH
STUDY AL QUR’AN

AMTSALUL QUR’AN


Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu
Mata Kuliah Study Al Qur’an
DOSEN PEMBIMBING : Dr. MASRIFAH, M.Si



DISUSUN OLEH:
NAMA
: DEDE FERDIYANTO
NPM
: 24092117039


MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GARUT
2017




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur’an adalah kitab suci yang sempurna yang mengandung semua hal dalam kehidupan manusia, baik kehidupan dunia yang berupa tuntunan ibadah,pergaulan dalam keluarga dan masyarakat, cerita-cerita umat terdahulu, maupun kehidupah akhirat berupa hari kiamat, surga, neraka dan lainnya.
Dalam al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang menceritakan hal-hal yang samar dan abstrak. Manusia tidak mampu mencernanya jika hanyamengandalkan akalnya saja. Sehingga sering kali ayat-ayat tersebut diperumpamakan dengan hal-hal yang konkret agar manusia mampu memahaminya.
Untuk memahami itu semua maka ulama’ tafsir menganggap perluadanya ilmu yang menjelaskan tentang perumpamaan dalam al-Qur’an agar manusia mampu mengambil pelajaran dengan perumpamaan-perumpamaan tersebut. Karena itulah penulis mencoba menjelaskan tentang ilmu tersebut,yaitu Ilmu Amtsal al-Qur’an.
Hakikat-hakikat yang tinggi makna dan tujuannya akan lebih menarik jika dituangkan dalam kerangka ucapan yang baik dan mendekatkan kepada pemahaman, melalui analogi dengan sesuatu yang telah diketahui secara yakin.
Amtsal ( permisalan, perumpamaan)  merupakan penyerupaan sesuatu yang ghaib dengan sesuatu yang hadir, sesuatu yang abstrak dengan sesuatu yang kongkrit, dan dengan menganalogikan sesuatu dengan  hal yang serupa.
Rasulullah Saw. pun pernah bersabda tentang kedudukan amtsal dalam AlQur’an, Rasulullah Saw. bersabda :

وَاتَّبِعُوْا الْحَرَامَ وَاجْتَنِبُوْا بِالْحَلَالِ فَاعْلَمُوْا أَمْثَالٍ وَ مُتَشَابِهٍ وَ كَمٍمُحْوَ حَرَامٍ وَ حَلَالٍ أَوْجُهٍ خَمْسَةِ عَلَى نَزَلَ الْقُرْأَنَ إنَّ
بِالْأَمْثَالِ وَاعْتَبِرُوْبِالْمُتَشَابِهِ وَأَمِنُوْا الْمُحْكَمَ

Artinya : “Sesungguhnya Al Qur’an turun dengan menggunakan lima sisi: halal, haram, muhkam, mutasyabih dan amtsal. Kerjakanlah kehalalannya, tinggalkanlah keharamannya,  ikutilah  muhkamnya,  imanilah mutasyabihnya  dan ambillah pelajaran dari amtsalnya.




B. Rumusan Masalah
1.      Pengertian Amtsal Al Qur’an
2.      Tujuan  Amtsal Al Qur’an
3.      Macam-macam Amtsal Al Qur’an
4.      Sighat Amtsal Al Qur’an
5.      Faedah /Manfaat Amtsal Al Qur’an
6.      Pendapat Ulama Tentang Membuat Amtsal Dengan Al Qur’an




























BAB II
PEMBAHASAN AMTSAL AL QUR’AN
A. Pengertian Amtsal AlQur’an
Amtsal adalah bentuk jamak dari masal. Kata masal, misl dan masil adalah sama dengan syabah, syibh dan syabih, baik lafaz maupun maknanya.[1] . Dalam sastra matsal merupakan satu ungkapan perkataan yang dihikayatkan dan sudah popouler dengan maksud menyerupakan keadaan yang terdapat dalam perkataan itu dengan keadaan sesuatu yang karenanya perkataan itu diungkapkan
Amsal menurut pengertian istilah (terminologi) dirumuskan oleh para ulama diantaranya yaitu:
1.      Menurut Syaikh manna al qathan
Amtsal / perumpamaan adalah cetakan yang menunjukan hal-hal abstrak dalam wujud objek yang hidup melekat didalam  suatu pikiran dengan cara menyerupakan yang tidak tampak dengan sesuatu yang tampak, menyerupakan sesuatu yang dipahami dengan akal dengan sesuatu yang tampak nyata, sehingga hal itu lebih menarik perhatian jiwa & akal.[2]
2.      Menurut zamakhsyari dalam kitab al kasysyaf
Matsal adalah setiap perkataan yang berlaku, popular yang menyerupakan sesuatu (orang, keadaan & sebagainya) dengan “maurid” ( sesuatu yang terkandung) dalam perkataan tersebut. [3]
Matsal dipinjam (dipakai pinkaman) untuk menunjukan keadan, sifat atau kisah jika ketiganya dianggap penting dan mempunyai keanehan.
3.      Menurut ulama bayyan
Matsal adalah majaz murakkab yang alaqohnya musyabahah jika penggunaannya telah popular. Majaz ini pada asalnya adalah isti’aroh tamsiliyah.[4]
4.       Menurut ibnul qoyyim
Amtsal adalah menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain dalam hal hukumnya & mendekatkan sesuatu yang abstrak (ma’qul) dengan yang indrawi / konkrit (mahsus), atau mendekatkan salah satu dari dua mahsus dengan yang lain dan menganggap salah satunya itu dengan yang lain.[5]
Dari pengertian-pengertian menurut para ulama diatas dapat ditarik kesimpulan makna amtsal al qur’an adalah menonjolkan makna dalam bentuk (perkataan ) yang menarik dan padat serta mempunyai pengaruh mendalam terhadap jiwa baik berupa tasybihataupun perkataan bebas / lepas (bukan tasybih)

B. Tujuan  Alloh SWT Membuat Amtsal Al Qur’an
Dalam Al Qur’an Allah swt menyebutkan bahwa dia membuat perumpamaan-perumpamaan. Diantaranya terdapat dalam beberapa ayat berikut ini :
1.      Q,S Al Hasyr Ayat 21

لَوۡ أَنزَلۡنَا هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ۬ لَّرَأَيۡتَهُ ۥ خَـٰشِعً۬ا مُّتَصَدِّعً۬ا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِ‌ۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَـٰلُ نَضۡرِبُہَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ (٢١)
Artinya : “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. “(21)

2.      Q.S Al Ankabut Ayat 43
وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَـٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ‌ۖ وَمَا يَعۡقِلُهَآ إِلَّا ٱلۡعَـٰلِمُونَ (٤٣)
Artinya : “Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (43)”

3.      Q. S az zumar ayat 27
وَلَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِى هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ۬ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ (٢٧)
Artinya : “Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (27)”

Dari ketiga ayat Al Qur’an diatas ada 3 kata kunci tujuan Alloh SWT membuat perumpamaan yaitu “supaya mereka dapat pelajaran” , “perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir” & “tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”[6].
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Alloh SWT membuat ayat –ayat amtsal adalah agar manusia mendapat pelajaran / pendidikan dari suatu perumpamaan dengan cara berfikir dan mencari tahu apa maksud yang terkandung didalam ayat ayat perumpamaan tersebut karena tidak ada yang memahami maksud perumpamaan itu kecuali orang –orang yang berilmu




C. Macam-MacamAmtsal AlQur’an
Amtsal didalam Al Qur’an ada tiga macam yaitu berikut ini.
1.    Amtsal Musharrahah
Yang dimaksudkan dengan amsal musharrahah adalah amsal yang jelas, yakni didalamnya dijelaskan dengan lafadz matsal atau sesuatu yang menggunakan kata-kata perumpamaan atau kata yang menunjukkan penyerupaan (tasybih), contohnya:
1.      Q.S  Al Baqoroh Ayat 17-20

مَثَلُهُمۡ كَمَثَلِ ٱلَّذِى ٱسۡتَوۡقَدَ نَارً۬ا فَلَمَّآ أَضَآءَتۡ مَا حَوۡلَهُ ۥ ذَهَبَ ٱللَّهُ بِنُورِهِمۡ وَتَرَكَهُمۡ فِى ظُلُمَـٰتٍ۬ لَّا يُبۡصِرُونَ (١٧)
صُمُّۢ بُكۡمٌ عُمۡىٌ۬ فَهُمۡ لَا يَرۡجِعُونَ (١٨)
أَوۡ كَصَيِّبٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فِيهِ ظُلُمَـٰتٌ۬ وَرَعۡدٌ۬ وَبَرۡقٌ۬ يَجۡعَلُونَ أَصَـٰبِعَهُمۡ فِىٓ ءَاذَانِہِم مِّنَ ٱلصَّوَٲعِقِ حَذَرَ ٱلۡمَوۡتِ‌ۚ وَٱللَّهُ مُحِيطُۢ بِٱلۡكَـٰفِرِينَ (١٩)
يَكَادُ ٱلۡبَرۡقُ يَخۡطَفُ أَبۡصَـٰرَهُمۡ‌ۖ كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم مَّشَوۡاْ فِيهِ وَإِذَآ أَظۡلَمَ عَلَيۡہِمۡ قَامُواْ‌ۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمۡعِهِمۡ وَأَبۡصَـٰرِهِمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬ (٢٠)
Artinya :
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya [yang menyinari] mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (17).
Mereka tuli, bisu dan buta maka tidaklah mereka akan kembali [ke jalan yang benar]. (18) 
Atau seperti [orang-orang yang ditimpa] hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena [mendengar suara] petir, sebab takut akan mati . Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir . (19) 
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (20)
Didalam ayat tersebut Alloh SWT membuat 2 perumpamaan bagi orang munafiq
a.       masal yang berkenaan dengan api “seperti orang yang menyalakan api”
b.      masal yang berkenaan dengan air “seperti [orang-orang yang ditimpa] hujan lebat dari langit”
Dalam 2 perumpamaan itu Alloh SWT menyebutkan kedudukan & fasilitas orang munafiq dalam dua keaadaan. Disatu sisi mereka bagaikan orang yang yang menyalakan api untuk penerangan dan kemanfaatan mengingat mereka memperoleh kemanfaatan materi dengan sebab masuk islam, namun disisi lain agama islam tidak memberiakn pengaruh terhadap hati mereka karena alloh swt menghilangkan cahaya yang ada didalam api itu “Allah hilangkan cahaya [yang menyinari] mereka” dan membiarkan unsur membakar yang ada padanya. Inilah perumpamaan mereka berkenaan dengan api. masal yang berkenaan dengan air “seperti [orang-orang yang ditimpa] hujan lebat dari langit” adalah alloh swt menyerupakan mereka dengan keadaan orang yang ditimpa hujan lebat yang disertai gelap gulita, guruh & kilat sehingga terkoyaklah kekuatan orang itu sampai ia meletakkan jari jemari untuk menyumbat telinga serta memejamkan mata karena takut akan petir yang menyambar ini merupakan gambaran tentang al qur’an yang merupakan segala peringatan, perintah, larangan dan hitabnya bagi mereka yang merasakan seperti petir yang turun sambar menyambar.[7]

2.      Q.s ar ro’du ayat 17

أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَسَالَتۡ أَوۡدِيَةُۢ بِقَدَرِهَا فَٱحۡتَمَلَ ٱلسَّيۡلُ زَبَدً۬ا رَّابِيً۬ا‌ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيۡهِ فِى ٱلنَّارِ ٱبۡتِغَآءَ حِلۡيَةٍ أَوۡ مَتَـٰعٍ۬ زَبَدٌ۬ مِّثۡلُهُ ۥ‌ۚ كَذَٲلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ وَٱلۡبَـٰطِلَ‌ۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذۡهَبُ جُفَآءً۬‌ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمۡكُثُ فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۚ كَذَٲلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ (١٧)

Artinya:
Allah SWT telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah lembahmenurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alatalat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaanperumpamaan.”(QS. ArRa’d: 17)


Wahyu yang diturunkan untuk menghidupkan hati diumpamakan dengan air yang turun untukmenghidupkan bumi. Hati diumpamakan sebagai bumi, sedangkan kehidupan diumpamakansebagai tumbuhtumbuhan di bumi. Air yang mengalir di lembah-lembah selalu menimbulkan buih.Begitulah petunjuk dan cahaya apabila melewati hati yang dicemari oleh syahwat. Inilahperumpamaan air. Adapun perumpamaan api terlihat pada “wa mimma yuqidun”. Apabila logam dipanaskan, kulitnya akan terkelupas sehingga terlihatlah permata yang diakibatkan proses pemanasan. Demikian pulalah, hati seorang mukmin yang akan membuang jauhjauh dorongan syahwat.[3]
2.    Amtsal Kaminah
Yang dimaksud dengan amtsal kaminah adalah amtsal yang tidak menyebutkan denganjelas katakata yang menunjukkan perumpamaan,tetapi kalimat yang menunjukkan maknamakna yang indah, menarik, dalam kepadatan reaksinya dan mempunyai pengaruhtersendiri bila dipindahkan kepada yang serupa dengannya. Contoh amtsal kaminah diantaranya:
a)      Firman Allah mengenai sapi betina:

قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِىَ‌ۚ قَالَ إِنَّهُ ۥ يَقُولُ إِنَّہَا بَقَرَةٌ۬ لَّا فَارِضٌ۬ وَلَا بِكۡرٌ عَوَانُۢ بَيۡنَ ذَٲلِكَ‌ۖ فَٱفۡعَلُواْ مَا تُؤۡمَرُونَ (٦٨)
Artinya :
Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu". (68)

b)      Firman Alloh SWT tentang shalat:

قُلِ ٱدۡعُواْ ٱللَّهَ أَوِ ٱدۡعُواْ ٱلرَّحۡمَـٰنَ‌ۖ أَيًّ۬ا مَّا تَدۡعُواْ فَلَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ‌ۚ وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتۡ بِہَا وَٱبۡتَغِ بَيۡنَ ذَٲلِكَ سَبِيلاً۬ (١١٠)
Artinya :
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna [nama-nama yang terbaik] dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya [1] dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" (110)

c)      Firman Alloh SWT mengenai infaq:

وَلَا تَجۡعَلۡ يَدَكَ مَغۡلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبۡسُطۡهَا كُلَّ ٱلۡبَسۡطِ فَتَقۡعُدَ مَلُومً۬ا مَّحۡسُورًا (٢٩)

Artinya :
“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya [2] karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. (29)”

d)     Firman Allah mengenai nafkah

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ وَڪَانَ بَيۡنَ ذَٲلِكَ قَوَامً۬ا (٦٧)

Artinya :
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan [harta], mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak [pula] kikir, dan adalah [pembelanjaan itu] di tengah-tengah antara yang demikian. (67)”

3.    Amtsal Mursalah
Yang dimaksud amtsal mursalah adalah kalimatkalimat bebas yang tidak menggunakan lafaz tasybih secara jelas. Tetapi kalimatkalimat itu berlaku sebagai masal.[4]. Contoh amtsal mursalah diantaranya:
a)      Q.S Yusuf:51

قَالَ مَا خَطۡبُكُنَّ إِذۡ رَٲوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفۡسِهِۦ‌ۚ قُلۡنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا عَلِمۡنَا عَلَيۡهِ مِن سُوٓءٍ۬‌ۚ قَالَتِ ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡـَٔـٰنَ حَصۡحَصَ ٱلۡحَقُّ أَنَا۟ رَٲوَدتُّهُ ۥ عَن نَّفۡسِهِۦ وَإِنَّهُ ۥ لَمِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ (٥١)
Artinya :
Raja berkata [kepada wanita-wanita itu]: "Bagaimana keadaanmu [1] ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya [kepadamu]?" Mereka berkata: Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan daripadanya. Berkata isteri Al Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya [kepadaku], dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar." (51)

b)      Q.S Hud : 81

قَالُواْ يَـٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓاْ إِلَيۡكَ‌ۖ فَأَسۡرِ بِأَهۡلِكَ بِقِطۡعٍ۬ مِّنَ ٱلَّيۡلِ وَلَا يَلۡتَفِتۡ مِنڪُمۡ أَحَدٌ إِلَّا ٱمۡرَأَتَكَ‌ۖ إِنَّهُ ۥ مُصِيبُہَا مَآ أَصَابَہُمۡ‌ۚ إِنَّ مَوۡعِدَهُمُ ٱلصُّبۡحُ‌ۚ أَلَيۡسَ ٱلصُّبۡحُ بِقَرِيبٍ۬ (٨١)

Artinya :
Para utusan [malaikat] berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal[4], kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?". (81)

c)      Q.S Fatir:43

ٱسۡتِكۡبَارً۬ا فِى ٱلۡأَرۡضِ وَمَكۡرَ ٱلسَّيِّىِٕۚ وَلَا يَحِيقُ ٱلۡمَكۡرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهۡلِهِۚۦ فَهَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ ٱلۡأَوَّلِينَۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلاً۬ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَحۡوِيلاً (٤٣)
Artinya :
karena kesombongan [mereka] di muka bumi dan karena rencana [mereka] yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan [berlakunya] sunnah [Allah yang telah berlaku] kepada orang-orang yang terdahulu [1]. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak [pula] akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. (43)”

d)     “Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka terpecah belah.” (QS AlHasyr:14)

لَا يُقَـٰتِلُونَڪُمۡ جَمِيعًا إِلَّا فِى قُرً۬ى مُّحَصَّنَةٍ أَوۡ مِن وَرَآءِ جُدُرِۭ‌ۚ بَأۡسُهُم بَيۡنَهُمۡ شَدِيدٌ۬‌ۚ تَحۡسَبُهُمۡ جَمِيعً۬ا وَقُلُوبُهُمۡ شَتَّىٰ‌ۚ ذَٲلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٌ۬ لَّا يَعۡقِلُونَ (١٤)
Artinya :
Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.” (14)

D. Shighot Amsalil Qur’an
Sighat Amtsalil Qur’an terdiri dari beberapa bentuk :
a.       Sighat Tasybih Yang Jelas (Tasybih Ashsharih),
yaitu sighat atau bentuk perumpamaan yang jelas, didalamnya terungkap kata-kata mastsal (perumpamaan). Contohnya seperti ayat 24 surah Yunus :

إِنَّمَا مَثَلُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا كَمَآءٍ أَنزَلۡنَـٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخۡتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلۡأَرۡضِ مِمَّا يَأۡكُلُ ٱلنَّاسُ وَٱلۡأَنۡعَـٰمُ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذَتِ ٱلۡأَرۡضُ زُخۡرُفَهَا وَٱزَّيَّنَتۡ وَظَنَّ أَهۡلُهَآ أَنَّہُمۡ قَـٰدِرُونَ عَلَيۡہَآ أَتَٮٰهَآ أَمۡرُنَا لَيۡلاً أَوۡ نَہَارً۬ا فَجَعَلۡنَـٰهَا حَصِيدً۬ا كَأَن لَّمۡ تَغۡنَ بِٱلۡأَمۡسِ‌ۚ كَذَٲلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأَيَـٰتِ لِقَوۡمٍ۬ يَتَفَڪَّرُونَ (٢٤)
Artinya:
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air [hujan] yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai [pula] perhiasannya [1], dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya [2], tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan [tanaman tanamannya] laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan [Kami] kepada orang-orang yang berfikir.” (24)
Dalam ayat tersebut jelas tampak adanya lafal almatsal yang berarti perumpamaan. Dalam kalimat “Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang kami turunkan dari langit.”
b.      Sighat tasybih yang terselubung (tasybih adhdhimni),
yaitu sighat atau bentuk perumpamaan yang terselubung atau tersembunyi, di dalam perumpamaan itu tidak terdapat kaa alamtsal, tetapi perumpamaan itu diketahui dari segi artinya. Contoh QS. Al Hujarat ayat 12

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرً۬ا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٌ۬‌ۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًا‌ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُڪُمۡ أَن يَأۡڪُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتً۬ا فَكَرِهۡتُمُوهُ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ۬ رَّحِيمٌ۬ (١٢)
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(12)
Dalam ayat tersebut tidak terdapat katakata  almatsal (perumpamaan), tetapi arti itu jelas menerangkan perumpaman , yaitu mengumpamamakan menggunjing orang lain yang disamakan dengan makan daging bangkai teman sendiri yang terdapat dalam kalimat “Dan janganlah sebagian dari kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati ? maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya.”

c.       Sighat majaz mursal,
yaitu sighat dengan bentuk perumpamaan yang bebas, tidak terikat dengan asal ceritanya. Contohya seperti dalam ayat 73 Surat Al_hajj

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ۬ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابً۬ا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُ ۥ‌ۖ وَإِن يَسۡلُبۡہُمُ ٱلذُّبَابُ شَيۡـًٔ۬ا لَّا يَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُ‌ۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلۡمَطۡلُوبُ (٧٣)
Artinya:
“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah [pulalah] yang disembah.” (73)

d.      Sighat majaz Murakkab,
yaitu sighat dengan bentuk perumpamaan ganda yang segi persamaanya diambil dari dua hal yang berkaitan, dimana kaitanya adalah perserupamaan yang telah biasa digunakan dalam ucapan seharihari yang berasal dari isti’arah tamtsiliyah. Contohnya seperti melihat orangyang raguragu akan pergi atau tidak, maka diucapkan saya lihat kamu itu maju mundur saja. Dalam alqur’an contohnya seperti dalam QS Al – jum’at ayat 5 :

مَثَلُ ٱلَّذِينَ حُمِّلُواْ ٱلتَّوۡرَٮٰةَ ثُمَّ لَمۡ يَحۡمِلُوهَا كَمَثَلِ ٱلۡحِمَارِ يَحۡمِلُ أَسۡفَارَۢا‌ۚ بِئۡسَ مَثَلُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ‌ۚ وَٱللَّهُ لَا يَہۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ (٥)
Artinya :
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya [1] adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (5)
Disini keadaan keledai yang tidak bisa memanfaatkan buku dengan baik, padahal dia yang membawa buku yang tebaltebal itu.
e.       Sighat isyti’arah tamtsisiliyyah
Dengan bentuk perumpamaan sampiran atau lirik bentuk ini hamper sama dengan majas murokkab, karena memang merupakan asalnya. Contohnya dalam alqur’an seperti daam ayat 24 QS Yunus ayat 24

إِنَّمَا مَثَلُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا كَمَآءٍ أَنزَلۡنَـٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخۡتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلۡأَرۡضِ مِمَّا يَأۡكُلُ ٱلنَّاسُ وَٱلۡأَنۡعَـٰمُ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذَتِ ٱلۡأَرۡضُ زُخۡرُفَهَا وَٱزَّيَّنَتۡ وَظَنَّ أَهۡلُهَآ أَنَّہُمۡ قَـٰدِرُونَ عَلَيۡہَآ أَتَٮٰهَآ أَمۡرُنَا لَيۡلاً أَوۡ نَہَارً۬ا فَجَعَلۡنَـٰهَا حَصِيدً۬ا كَأَن لَّمۡ تَغۡنَ بِٱلۡأَمۡسِ‌ۚ كَذَٲلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأَيَـٰتِ لِقَوۡمٍ۬ يَتَفَڪَّرُونَ (٢٤)

Artinya :
“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air [hujan] yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai [pula] perhiasannya [1], dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya [2], tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan [tanaman tanamannya] laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan [Kami] kepada orang-orang yang berfikir.” (24)


E. Faedah-Faedah Amtsal AlQur’an
Faedah-faedah amsal al qur’an diantaranya :
1.      Menonjolkan sesuatu ma’qul yaitu Pengungkapan pengertian abstrak dengan bentuk konkret yang dapat ditangkap inderaitu mendorong akal manusia dapat mengerti ajaranajaran AlQur’an. Contohnyaseperti dalam ayat 264 surah Al Baqarah yang menggambarkan batalnya pahala sedekah yang diserupakan dengan hilangnya debu di atas batu akibat disiram air hujan deras.

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُبۡطِلُواْ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُ ۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ‌ۖ فَمَثَلُهُ ۥ كَمَثَلِ صَفۡوَانٍ عَلَيۡهِ تُرَابٌ۬ فَأَصَابَهُ ۥ وَابِلٌ۬ فَتَرَڪَهُ ۥ صَلۡدً۬ا‌ۖ لَّا يَقۡدِرُونَ عَلَىٰ شَىۡءٍ۬ مِّمَّا ڪَسَبُواْ‌ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَـٰفِرِينَ (٢٦٤)
Artinya :
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan [pahala] sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti [perasaan si penerima], seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih [tidak bertanah]. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir [4].” (264)

2.       Matsalil Qur’an dapat mengungkapkan kenyataan dan bisa mengkonkretkan hal yangabstrak. Contohnya seperti dalam ayat 275 surah Al-Baqarah yang mengumpamakan orang-orang makan riba yang ditipu oleh hawa nafsunya, itu diserupakan dengan orang yang sempoyongan karena kesurupan setan.

ٱلَّذِينَ يَأۡڪُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّ‌ۚ ذَٲلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْ‌ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاْ‌ۚ فَمَن جَآءَهُ ۥ مَوۡعِظَةٌ۬ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُ ۥ مَا سَلَفَ وَأَمۡرُهُ ۥۤ إِلَى ٱللَّهِ‌ۖ وَمَنۡ عَادَ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ (٢٧٥)
Artinya :
“Orang-orang yang makan [mengambil] riba [1] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran [tekanan] penyakit gila [2]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata [berpendapat], sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti [dari mengambil riba], maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu [3] [sebelum datang larangan]; dan urusannya [terserah] kepada Allah. Orang yang mengulangi [mengambil riba], maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (275)

3.      Matsalil Qur’an dapat mengumpulkan makna indah yang menarik dalam ungkapanyang singkat padat. Contohnya seperti amsal kamimah dan amsal mursalah

4.      Mendorong orang giat beramal melakukan halhalyang dijadikan perumpamaan yang menarik dalam AlQur’an. Contohnya seperti dalam ayat 261 surah Al-Baqarah, yangbisa mendorong orang giat bersedekah atau memberi nafkah.

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٲلَهُمۡ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ۬ مِّاْئَةُ حَبَّةٍ۬‌ۗ وَٱللَّهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ‌ۗ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١)

Artinya :
“Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah [2] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan [ganjaran] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui.” (261)

5.      Menghindarkan / menjauhkan (tanfir dari no 4) orang dari perbuatan tercela yang dijadikan perumpamaan dalam AlQur’an,setelah dipahami kejelekan perbuatan tersebut. Contohnya ayat 12 surah AlHujarat, yang bisa  menghindarkan orang dari menggunjing orang lain. “ Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya.
6.      Memberikan pujian kepada pelaku, seperti disebutkan dalam firman Allah pada suratAlFath (48) ayat 29

مُّحَمَّدٌ۬ رَّسُولُ ٱللَّهِ‌ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُ ۥۤ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَہُمۡ‌ۖ تَرَٮٰهُمۡ رُكَّعً۬ا سُجَّدً۬ا يَبۡتَغُونَ فَضۡلاً۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنً۬ا‌ۖ سِيمَاهُمۡ فِى وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ‌ۚ ذَٲلِكَ مَثَلُهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ‌ۚ وَمَثَلُهُمۡ فِى ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُ ۥ فَـَٔازَرَهُ ۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِہِمُ ٱلۡكُفَّارَ‌ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِنۡہُم مَّغۡفِرَةً۬ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا (٢٩)
Artinya :
 “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud [1], Demikianlah perumpamaan (masal) mereka dalam taurat dan perumpamaan (masal) mereke dalam injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di atas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati penanampenanamnya, karena Allah hendak menjengkelkan hati orangorang kafir (dengan kekuatan orangorang mukmin).” (QS AlFath: 29).

7.      Amtsal lebih berpengaruh pada jiwa, lebih efektif dalam memberikan nasihat,lebih kuatdalam memberikan peringatan, dan lebih dapat memuaskan hati. Allah banyak menyebut amtsal di dalam AlQur’an untuk peringatan dan pelajaran.:
وَلَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِى هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ۬ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ (٢٧)
Artinya :
“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.” (27)


وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَـٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ‌ۖ وَمَا يَعۡقِلُهَآ إِلَّا ٱلۡعَـٰلِمُونَ (٤٣)
Artinya :
“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (43)

Dari berbagai faedah ayat-ayat amtsal AlQur’an maka dapat dikatakan bahwa tujuan dari amtsal adalah :
a)      Agar manusia menjadikannya sebagai pelajaran dan bahan renungan dalam arti contoh yang baik.
b)      Untuk dijadikan sebagai teladan yang baik dan perumpamaan yang jelek sedapat mungkin dihindari.
c)      Agar manusia menjadikannya sebagai pelajaran dan bahan renungan sehingga merekaterbimbing ke jalan yang benar demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
F. Pendapat Ulama Tentang Membuat Amtsal Dengan Al-Qur’an?
Telah menjadi kebiasaan menyebutkan amsal / perumpamaan  ditempat-tempat atau kondisinya yang serupa  dengan kejadian tersebut, meskipun bentuk kata-kata ini berlaku dalam perkataan manusia yang berlaku seperti perumpamaan tetapi para ulama memakruhkan dan tidak menyukai penggunaan ayat Al Qur’an sebagai masal dalam kehidupan duniawi  hal ini demi menjaga keagungan dan keindahan Al Qur’an didalam jiwa kaum mu’minin. Seperti pendapat Ibnu Syihab Az-Zuhri yang mengatakan “janganlah engkau menadingi Al Qur’an ataupun Sunah Rosululloh SAW” dengan maksud tidak boleh menjadikan perkataaan perbuatan apapun untuk menandingi Al Qur’an. 



BAB III
KESIMPULAN

Ø  Amtsal adalah bentuk jamak dari masal. Kata masal, misl dan masil adalah sama dengan syabah, syibh dan syabih, baik lafaz maupun maknanya.
Ø  Alloh SWT membuat ayat –ayat amtsal adalah agar manusia mendapat pelajaran / pendidikan dari suatu perumpamaan dengan cara berfikir dan mencari tahu apa maksud yang terkandung didalam ayat ayat perumpamaan tersebut.
Ø  Ada beberapa MacamMacamAmtsal AlQur’anyaitu amtsal musharrahah, amtsal kaminah dan amtsal mursalah.
Ø  Shighot shighot amtsal AlQur’an yaitu Sighat tasybih yang jelas (tasybih ashsharih), Sighat tasybih yang terselubung (tasybih adhdhimni),Sighat majaz mursal, Sighat majaz Murakkab, dan Sighat isyti’arah tamtsisiliyyah.
Ø  Faedah Faedah amtsal AlQur’an yaitu
·         Agar manusia menjadikannya sebagai pelajaran dan bahan renungan dalam arti contoh yang baik.
·         Untuk dijadikan sebagai teladan yang baik dan perumpamaan yang jelek sedapat mungkin dihindari
·         Agar manusia menjadikannya sebagai pelajaran dan bahan renungan sehingga mereka terbimbing ke jalan yang benar demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Ø  Para ulama sepakat bahwa memakruhkan & tidak menyukai penggunaan ayat Al Qur’an sebagai masal dalam kehidupan duniawi  hal ini demi menjaga keagungan dan keindahan Al Qur’an didalam jiwa kaum mu’minin








DAFTAR PUSTAKA
Al-Qaththan, Syaikh Manna’, .Dasar-Dasar Ilmu  AlQur’an,,ummul qura, 2017
Al Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,PustakaLitera AntarNusa: Jakarta.2016
Departemen Agama RI,,  Al Qur’an Dan Terjemahnya, Jakarta, 2005
Http://kamusbahasaindonesia.org/amtsal
Http://nasrikurnialloh.blogspot.co.id/2013/04/amtsa-al-quran.html
























Literatur
[1] Http://kamusbahasaindonesia.org/amtsal
[2] Al-Qaththan, Syaikh Manna’, .Dasar-Dasar Ilmu  AlQur’an,,ummul qura, 2017 hal. 442
[3] Al Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,PustakaLitera AntarNusa: Jakarta.2016 hal.  402
[4] Al-Qaththan, Syaikh Manna’, .Dasar-Dasar Ilmu  AlQur’an,,ummul qura, 2017 hal. 445
[5] Al Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,PustakaLitera AntarNusa: Jakarta.2016 hal.  405
[7] Al Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,PustakaLitera AntarNusa: Jakarta.2016 hal.  407

Download Filenya (Word) di bawah ini:

https://drive.google.com/open?id=0BwlU1tgFh0staEdKcDhRWnp5Zm8
ReadmoreMakalah Amtsalul Qur'an
 
Selamat Datang di www.gudangmaterikuliah.blogspot.co.id(Kumpulan Materi Kuliah Jurusan PAI/Pendidikan Agama Islam). Terima Kasih Atas Kunjungannya. Kunjungi juga website kami di www.indoking.net(Kumpulan berbagai macam informasi terlengkap,terhits dan terupdates 2016)Terimakasih.