Senin, 28 Januari 2013

ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN




A.      Pendahuluan
Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen tersebut mencakup pendidik, peserta didik, materi, metode, dan evaluasi.
Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta tercapainya Indikator.
Agar pendidik dapat membuat persiapan yang berdaya guna dan berhasil guna, dituntut dapat memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan materi pembelajaran, berikut akan diuraikan tentang apa itu materi pembelajaran, jenis-jenis materi pembelajaran, serta cara menganalisis materi pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik.

B.       Materi Pembelajaran
1.         Pengertian Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran merupakan isi atau substansi tujuan pendidikan yang hendak dicapai oleh peserta didik dalam perkembangan dirinya. Materi pembelajaran (instructional materials) umumnya merupakan gabungan antara jenis materi yang berbentuk pengalaman (fakta dan informasi yang terperinci), keterampilan (langkah-langkah, prosedur, keadaan, dan syarat-syarat tertentu), dan sikap (berisi pendapat, ide, saran, atau tanggapan).[1][1]
Berangkat dari pengertian tersebut maka dapat diklasifikasikan bahwa materi pembelajaran tersebut meliputi pengalaman, sikap, serta keterampilan.
2.         Jenis-Jenis Materi Pembelajaran
Merril dalam bukunya Component Display Theory membedakan isi pembelajaran menjadi 4 (empat) jenis, di antaranya adalah:
a.         Fakta
Materi fakta meliputi segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran.
b.        Konsep
Materi konsep adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran.
c.         Prosedur
Materi prosedur mencakup langkah-langkah secara sistematis dalam mengerjakan sesuatu aktivitas
d.        Prinsip
Materi prinsip berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting.[2][2]
Ditinjau dari pihak pendidik, materi pembelajaran tersebut harus ditransformasikan dalam kegiatan pembelajaran, sedangkan dari pihak peserta didik materi tersebut harus dipelajari peserta didik dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian belajar.
3.         Analisis Materi Pembelajaran
Sebelum mentransformasikan materi pembelajaran kepada peserta didik, terlebih dahulu perlu dilakukan analisis materi pembelajaran. Adapun hal-hal yang mesti dilakukan dalam menganalisis materi pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.         Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar
Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai peserta didik. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. Setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran.
b.        Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran
c.         Memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar
Setelah jenis materi pembelajaran teridentifikasi, langkah berikutnya adalah memilih jenis materi tersebut yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik.
d.        Berorientasi pada kebutuhan peserta didik
Konsep hierarki kebutuhan yang diungkapkan Maslow beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di level rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di level lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi.[3][3]
e.         Berorientasi pada perkembangan peserta didik
Dalam memilih materi pembelajaran juga harus diperhatikan dari aspek perkembangan peserta didik, pada satuan pendidikan apa peserta didik tersebut berada, maka pemilihan materi juga mengacu pada hal ini.
f.         Masalah absolescence yang menyangkut validitas dan signifikansi isi kurikulum
Absolescence menjadi persoalan dalam kaitan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Absolescence tersebut dapat terjadi pada fakta, konsep dasar, dan teori-teori di mana fakta diorganisasi dan diinterpretasi. Akan tetapi, persoalan absolescence sesungguhnya banyak dijumpai dalam acquired knowledges.[4][4]
g.        Materi mesti konsisten
Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada 3 macam, maka materi yang harus diajarkan juga meliputi 3 macam atau lebih.[5][5]
Berdasarkan uraian tersebut pendidik dapat menganalisis materi pembelajaran sebelum materi tersebut disampaikan kepada peserta didik dengan mengacu pada beberapa hal yang telah diuraikan.

C.      Kesimpulan
Materi pembelajaran merupakan salah satu komponen terpenting dalam suatu proses pembelajaran. Dalam memilih materi pembelajaran sebelum ditransformasikan kepada peserta didik maka perlu diadakan analisis materi pembelajaran dengan mengacu kepada berbagai hal, di antaranya adalah mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar, identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran, memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar, berorientasi pada kebutuhan peserta didik, berorientasi pada perkembangan peserta didik, masalah absolescence yang menyangkut validitas dan signifikansi isi kurikulum, serta konsisten.





            [1][1] Hamzah, B. Uno, Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 5
            [2][2] M. D. Merril, Component Display Theory, dalam Charles M. Reigeluth, Instructional Design Theories and Model: An Overview of Their Current Status, (New Jersey: Laurence Erlbaum, 1993), h. 37
            [3][3] Jess Feist and Gregory J. Feist, Theories of Personality (Terjemahan), (Jakarta: Salemba Humanika, 2010), h. 331
            [4][4] Mohammad Roqib, Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat, (Yogyakarta: LKiS, 2009), h. 82
            [5][5] http//blog.tp.ac.id/Pengembangan Bahan Pelajaran Berbasis Kompetensi

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Ayo tinggalkan jejak anda berupa komentar disini !!! karena komentar anda sangat berarti sekali demi kemajuan blog ini.

Panduan Memberi Komentar
1.Masukan komentar anda
2.Lalu pada kata 'beri komentar sebagai' , pilih account yang anda punya, bagi yang belum mempunyai account pilih Name/url, isi nama anda dan Kosongkan URL atau isi dengan alamat facebook anda(untuk mengetahui alamat facebook anda silahkan login ke facebook dan pilih profile anda, anda dapat melihat alamat Facebook anda di atas, contoh alamat Facebook punya saya http://www.facebook.com/profile.php?id=1823916177
3.dan kemudian Publikasikan
4.Selesai dan anda tinggal menunggu komentar anda muncul
Semoga bermanfa'at.