Cooperative Learning dalam Pembelajaran Fiqh


PENDAHULUAN
Cooperative Learning (Model pembelajaran kooperatif) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. (Rusman: 2011;202).
Cooperative learning adalah model pembelajaran yang menyenangkan peserta didik, mengutamakan kerja sama dalam kelompok tanpa mengganggu kompetensi pribadi, termasuk model pembelajaran yang banyak digunakan dan menjadi perhatian para ahli pendidikan, karena dapat meningkatkan prestasi belajar, hubungan sosial, toleransi, sikap menghargai pendapat orang lain, berpikir kritis, kecakapan memecahkan masalah dan kemampuan mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman.Model pembelajaran ini akan efektif digunakan, apabila pendidik menekankan pentingnya usaha bersama di samping usaha secara individual, menghendaki pemerataan hasil dalam belajar, ingin menanamkan tutor sebaya atau belajar melalui teman sendiri, menghendaki adanya pemerataan partisipasi aktif dan kemampuan peserta didik dalam memecahkan berbagai permasalahan. Pembelajaran kooperatif lebih menekankan kerja sama kelompok dalam proses pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai, tidak saja kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan materi pembelajaran, akan tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi. Adanya kerja sama inilah yang menjadi ciri khas dari cooperative learning.
Pembelajaran Fiqih adalah salah satu aspek dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), di samping aspek materi Akidah Akhlak, al-Qur’an Hadits dan Tarikh Kebudayaan Islam, di sekolah materi Fiqih termasuk dalam materi PAI, sedangkan di madrasah materi Fiqih berdiri sendiri dalam jadwal pembelajaran. Fiqih adalah hukum Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap orang Islam dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari, namun dalam kenyataan sehari-hari Fiqih belum lagi menjadi ”model” kehidupan orang Islam, Fiqih hanya semacam dogma, tekt book thinking, belum menjadi budaya umat, akibatnya muncul dalam kehidupan masyarakat kebiasaan-kebiasaan yang negatif tentang ibadah dan karakter yang tidak sesuai dengan ”ruh” Fiqih. Untuk itu guru di sekolah dan madrasah, harus mampu mengaplikasikan suatu model pembelajaran tertentu dalam pembelajaran Fiqih yang mewujudkan interaksi dan komunikasi antara peserta didik dan pendidik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu dari model pembelajaran tersebut adalah cooperative learning.
COOPERATIVE LEARNING
Ciri Cooperative Learning
1. Pembelajaran secara tim
Cooperative learning adalah pembelajaran dilakukan secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat setiap peserta didik belajar. Setiap anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  1. Didasarkan pada manajemen kooperatif
Manajemen mempunyai empat fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan. Cooperative learning dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, pelaksanaan sesuai pula dengan perencanaan, pelaksanaan juga harus diatur dengan pengorganisasian dan cooperative learning perlu dikontrol, untuk mengetahui kriteria keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran tersebut.
  1. Kemauan untuk bekerja sama
Keberhasilan cooperative learning ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok, oleh karena itu kebersamaan atau kerja sama perlu ditekankan dalam cooperative learning. Tanpa kerja sama yang baik, cooperative learning tidak akan mencapai hasil yang optimal.
  1. Keterampilan bekerja sama
Kemampuan bekerja sama itu, dipraktikkan melalui aktivitas dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Dengan demikian, peserta didik perlu didorong untuk mau dan sanggup berintekrasi dan berkomunikasi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Strategi Cooperative Learning
  1. Pendidik sebagai fasilitator dan motivator, bukan penceramah.
Pendidik adalah ”polisi lalu lintas” pengatur dan pemacu semangat peserta didik dalam menuntaskan pembelajaran secara bersama dalam kelompok.
  1. Fokus pembelajaran pada peserta didik, bukan pada pendidik.
Pendidik membimbing peserta didik untuk menemukan materi pelajaran secara bersama antar peserta didik.
  1. Peserta didik belajar secara aktif.
Pendidik memberi perhatian lebih kepada peserta didik yang pendiam, selanjutnya menggiring yang bersangkutan, akatif dalam belajar.
  1. Peserta didik mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya mereka sendiri, tidak mengutip dari pendidik.
Artinya, tugas pendidik adalah sebagai konfirmasi terhadap temuan peserta didik, meluruskan sesuai dengan materi pembelajaran dalam kurikulum.
  1. Pembelajaran menggunakan/memanfaatkan lingkungan dan berbagai sumber belajar secara bervariasi.
Pendidik memanfaatkan media dan sumber belajar yang variatif, sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton.
Strategi berpusat pada peserta didik itu, dapat dilaksanakan pada kegiatan :
  1. Belajar kelompok; peserta didik yang mengatur kelompoknya di bawah bimbingan pendidik.
  2. Bermain peran; peran yang ditampilkan secara bersama adalah peran yang bernuansa positif, beretika dan bermoral.
  3. Pemecahan masalah; solusi yang ditampilkan adalah solusi sistematis, dari umum ke khusus, sehingga muncul pemecahan masalah dari akar masalah.
  4. Diskusi kelas/debat; diskusi yang diadakan harus mempunyai tata krama debat, artinya, mengeluarkan pendapat dengan menghargai pendapat orang lain, tidak membiasakan memotong pembicaraan teman sendiri.
  5. Praktik keterampilan; ranah psikomotor yang dipraktikkan, diperhatikan semua kelompok, direvisi dan dibetulkan secara bersama.
  6. Menulis dengan kata-kata sendiri; pointer-poniter yang ditemukan dalam pembelajaran di kelompok, ditulis dengan kata-kata sendiri, kemudian disempurnakan secara bersama dengan pendidik.
  7. Penelitian/riset; penelitian yang dilakukan harus pula disesuaikan dengan tingkat pendidikan dari peserta didik
Dalam operasional kegiatan di atas, terdapat kegiatan sebagai berikut :
  1. Peserta didik bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar.
  2. Kelompok dibentuk dari peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
  3. Bila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, dan jenis kelamin berbeda-beda.
  4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok, ketimbang individu.
JENIS COOPERATIVE LEARNING
1. Student Teams Achievment Division (STAD)
Pelaksanaan STAD :
a. Setelah dilakukan pretes, peserta didik dibagi beberapa kelompok dengan anggota 4-5 orang tiap kelompok.
b. Pendidik menyajikan pelajaran atau presentasi atau teks.
c. Peserta didik bekerja dalam kelompok menggunakan LKS atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan menguasai materi dengan saling membantu.
d. Dilakukan kuis (tidak boleh bekerja sama)
e. Poin tiap kelompok dijumlahkan untuk mendapatkan skor kelompok.
f. Kelompok yang mencapai kriteria tertentu dapat diberi penghargaan.
2. Group Investigation (GI)
Pelaksanaan GI :
  1. Pemilihan Topik : Peserta didik disuruh memilih sub topik khusus dalam bidang tertentu yang sudah ditetapkan pendidik.
  2. Perencanaan Kooperatif : Pendidik bersama peserta didik merencanakan prosedur pembelajaran, tugas, dan tujuan khusus untuk sub topik yang telah dipilih.
  3. Implementasi : Peserta didik menerapkan rencana yang telah dibuat pada tahap kedua. Pendidik berperan sebagai pembimbing atau fasilitator.
  4. Analisis dan Sintesis : Peserta didik menganalisis, mensintesis informasi yang diperoleh pada tahap ketiga, dipersiapkan untuk dipresentasikan secara menarik di kelas.
  5. Presentasi Hasil Final : Beberapa atau semua kelompok menyajikan hasil bahasannya dalam diskusi kelas.
  6. Evaluasi : Pendidik bersama peserta didik mengevaluasi kontribusi kelompok terhadap kerja kelas secara keseluruhan yang membahas aspek yang berbeda dari topik yang sama. Evaluasi dapat berupa penilaian individu atau kelompok.
3. Jigsaw
Pelaksanaan Jigsaw :
  1. Peserta didik dibagi atas beberapa kelompok, tiap kelompok berjumlah lima anggota yang heterogen.
  2. Pendidik memberikan bahan pelajaran yang akan dibahas kepada setiap kelompok. Pendidik memberikan brainstorming untuk mengaktifkan peserta didik, sehingga lebih siap menghadapi pembelajaran.
  3. Setiap anggota kelompok bertanggungjawab mempelajari bagian tertentu atau yang ditugaskan.
  4. Anggota pertama contohnya mempelajari rukun wudhu’, anggota yang kedua mempelajari syarat sah wudhu’, anggota ketiga mempelajari sunnat wudhu’, anggota keempat mempelajari yang membatalkan wudhu’, anggota kelima mempelajari hikmah wudhu’ dari setiap kelompok.
  5. Setiap anggota kelompok yang mendapat tugas yang sama, berkumpul dan berdiskusi tentang topik tersebut. Kelompok ini disebut kelompok ahli.
  6. Setiap anggota kelompok ahli ini, kembali bergabung dengan kelompok asal dan mengajarkan topik yang telah dipelajarinya di kelompok ahli kepada anggota kelompok asalnya secara bergantian.
  7. Pendidik memberikan kuis secara individu tentang seluruh topik yang telah dibahas.
  8. Poin tiap anggota kelompok dijumlahkan untuk mendapatkan skor kelompok.
  9. Kelompok yang mencapai kriteria tertentu, dapat diberi penghargaan.
4. Think Pair Share (TPS)
Pelaksanaan TPS :
  1. Thinking : Pendidik mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian peserta didik diminta untuk memikirkan pertanyaan atau isu tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.
  2. Pairing : Pendidik meminta peserta didik berpasangan dengan temannya untuk mendiskusikan sekitar 4-5 menit apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama.
  3. Sharing : Pendidik meminta kepada pasangan untuk berbagi ide, informasi, pengetahuan atau pemahaman dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka diskusikan. Ini dilakukan secara bergiliran pasangan demi pasangan sampai sekitar 25 % pasangan mendapat kesempatan.
5. Numbered Head Together (NHT)
Pelaksanaan NHT :
  1. Penomoran : Pendidik membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota kelompok maksimal 5 orang, dan setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 5.
  2. Mengajukan Pertanyaan : Pendidik mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas. Misalnya 1. Apa yang dimaksud dengan shalat fardhu ‘ain? 2. Apa hukum shalat fardhu ‘ain? 3. Apa rukun shalat fardhu ‘ain? 4. Apa contoh shalat fardhu ’ain? 5. Bagaimana kaifiyat shalat fardhu ’ain?
  3. Berpikir Bersama : Para peserta didik setiap kelompok menyatukan pendapatnya tentang pertanyaan yang diajukan pendidik.
  4. Menjawab : Pendidik memanggil satu nomor tertentu, kemudian peserta didik yang nomornya sama mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.
PENUTUP
Cooperative learning cocok sekali diaplikasikan dalam proses pembelajaran Fiqih di SMP/MTs dan PAI di SMA/MA/SMK/MAK. Dalam konteks pembelajaran, pendidik harus jeli memilih dan memilah model pembelajaran yang tepat, menarik, interaktif dan sesuai dengan materi pembelajaran. Kalau pendidik tidak mampu menjadikan proses pembelajaran menarik perhatian peserta didik, maka akan muncul materi pembelajaran yang berisi dogma dan doktrin semata, membosankan dan menjenuhkan. Kegiatan pembelajaran di negeri ini, umumnya dilakukan dalam bentuk ceramah satu arah. Pendidik lebih banyak menyuapi peserta didik, sementara peserta didik pasif mendengarkan. Pendidik beranggapan bahwa tugasnya hanya mentransfer pengetahuan yang dimilikinya, dengan target tersampaikannya materi-materi yang tertuang dalam kurikulum. Pada umumnya, pendidik tidak memberi inspirasi pada peserta didik untuk berkreasi dan tidak melatih untuk hidup mandiri, serta kurang memberikan motivasi pada peserta didik untuk mengaktualisasi kemampuannya, sehingga bentuk pembelajaran yang disajikan kurang menantang, akibatnya pembelajaran tidak disenangi. Oleh karena itu, pendidik profesional harus mampu berinovasi, tinggalkanlah paradigma pendidikan lama, apalikasikan segera paradigma pendidikan baru, karena aplikasi paradigama pendidikan baru dengan penerapan model-model pembelajaran, salah satunya adalah cooperative learning dalam pembelajaran Fiqih, insyaAllah akan menjadikan materi pembelajaran lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, islami, produktif, dan berkualitas serta bermanfaat bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR BACAAN
Raka Joni, Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru, Jakarta;
Konsorsium Umum Pendidikan, Ditjen Dikti, 2002.
Rusman, Model-Model Pembelajaran, Jakarta; PT. RajaGrafindo Persada, 2011.
Kemp Jerold, Designing Effective Instruction, New York; MacMillan Publisher
2001.
Arifin, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Jakarta; Bumi Aksara, 1999.
Hadari Nawawi, Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas, Jakarta;
Gunung Agung, 1989.
Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara, Bandung;
Lubuk Agung, 2002.
Samsul Nizar, Dasar-Dasar Pemikiran Pendidikan Islam, Jakarta; Gaya Media
Pratama, 2001.
Sumarsih Anwar, Kompetensi Guru Madrasah, Jakarta; Balitbang Agama,
Departemen Agama RI, 2007.
Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Semarang;
RaSAIL Media Group, 2008.
Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Bandung; PT. Remaja
Rosdakarya, 2008.

Baca Juga Artikel Di Bawah Ini:

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger
Twitter

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar

Ayo tinggalkan jejak anda berupa komentar disini !!! karena komentar anda sangat berarti sekali demi kemajuan blog ini.

Panduan Memberi Komentar
1.Masukan komentar anda
2.Lalu pada kata 'beri komentar sebagai' , pilih account yang anda punya, bagi yang belum mempunyai account pilih Name/url, isi nama anda dan Kosongkan URL atau isi dengan alamat facebook anda(untuk mengetahui alamat facebook anda silahkan login ke facebook dan pilih profile anda, anda dapat melihat alamat Facebook anda di atas, contoh alamat Facebook punya saya http://www.facebook.com/profile.php?id=1823916177
3.dan kemudian Publikasikan
4.Selesai dan anda tinggal menunggu komentar anda muncul
Semoga bermanfa'at.

 
Selamat Datang di www.gudangmaterikuliah.blogspot.co.id(Kumpulan Materi Kuliah Jurusan PAI/Pendidikan Agama Islam). Terima Kasih Atas Kunjungannya. Kunjungi juga website kami di www.indoking.net(Kumpulan berbagai macam informasi terlengkap,terhits dan terupdates 2016)Terimakasih.